Showing posts with label birusamudera. Show all posts

Curcol Yaa.. ^^


posted by Shabra Shatila on

2 comments



Huaaa,,, hari ini sedang sangat tidak jelas Sist! Jadi binun mau nulis apaan. Otaknya lagi mampet. Setak. Setelah berkelindan dengan dunia keabu-abuan akhir taun anggaran, sepertinya butuh sedikit istirahat. Sehari saja. Namun apa daya,, tahun baru masi setengah purnama lagi.. Jadi ya biarkan saja saya menceracau sedikit di sini untuk melepas gumpalan-gumpalan emosi yang menggelayut di langit hati ;p

Setelah berhari-hari disibukkan dengan dinas liar, akhirnya terantuk di depan komputer mengurus segala tetek bengek tentang pertanggungjawaban keuangan. Jam kerja yang selalu panjang di hari-hari terakhir menjelang tutup tahun karena hampir selalu pulang menjelang pukul 10 malam. Dan PR-nya adalah: kenapa selalu seperti ini setiap tahun? Hal yang berulang itu bukannya harus bisa disikapi dari awal? Tapi embuhlah, semuanya nampak ngga begitu penting lagi. Saat tumpukan berkas sudah menutup meja kerja dengan sempurna. Yang ada dalam pikiran cuma cepat selesaikan, dan segera pulang. Enough!

Read more »

ANAK-ANAK DUNIA


posted by Shabra Shatila on ,

1 comment


Seorang perawat lansia kalang kabut dengan ulah pasiennya beberapa hari ini. Seorang Ibu berumur 67 tahun yang menderita pengapuran tulang yang mengakibatkan ruang geraknya terbatas dan harus selalu ditemani untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Apa pasal? Tiga hari terakhir, Ibu yang biasanya penurut ini tiba-tiba saja ‘membandel’ seperti anak kecil. Mogok makan. Mogok minum obat. Menampik suntikan rutinnya.

Hari pertama si perawat masih menganggap hal itu wajar sebagai ekspresi ‘kebosanan’ terhadap rutinitas hidup yang harus dijalani ibu ini di masa senjanya. Motivasi-motivasi senantiasa diucapkan si perawat agar ibu ini mau bangkit kembali. Entah motivasi itu benar-benar tulus dari hatinya untuk kebaikan si Ibu, atau hanya sekadar untuk kepentingan dirinya. Karena bagaimanapun juga dia butuh pekerjaan dengan gaji besar ini agar tetap bisa menghidupi anak-anaknya. Kalau Ibu ini ‘mempercepat’ kematiannya dengan ulah konyolnya, maka itu berarti kiamat akan segera menyapa keluarga si perawat.

Read more »

Budak-Budak Persepsi Kecantikan


posted by Shabra Shatila on ,

2 comments

Cantik. Siapa sih wanita yang tidak tergila-gila dengan satu kata itu? Tentu saja ‘normalnya’ sih tidak ada, karena secara fitrah dan insting alaminya, wanita telah diciptakan sebagai makhluk yang senang berhias dan cinta keindahan. Makanya tak heran jika para pebisnis kemudian berlomba-lomba untuk memproduksi segala tetek bengek untuk kecantikan wanita karena pangsa pasarnya sungguh luar biasa dan keuntungan yang dihasilkanpun sangat menggiurkan. Bagaimana tidak?! Karena walaupun wanita pada umumnya cukup ‘pelit’ dalam membelanjakan uangnya, namun mereka jadi bisa begitu royalnya untuk kebutuhan mempercantik dirinya.

Ternyata untuk kecantikan, wanita tidak hanya royal dalam membelanjakan uang. Namun lebih dari itu, ada beberapa wanita dari suku-suku tertentu rela ‘menyiksa’ dirinya demi bisa mendapatkan gelar prestise ‘wanita tercantik’ di suku tersebut yang layak dipersunting oleh para ningrat dan konglomerat. Entahlah, tersiksakah mereka dengan segala tuntutan untuk menjadi cantik itu atau mereka menikmatinya. Tapi bagi saya sendiri, sangat menyedihkan melihat mereka menjalani ritual yang saya yakin sangat menyakitkan secara fisik. Seolah-olah wanita itu makhluk yang dilahirkan hanya untuk merasakan kutukan adat berupa penyiksaan jangka panjang yang mengatasnamakan kecantikan.

Read more »