Showing posts with label kuningmentari. Show all posts

22 Desember 2010


posted by ayu on

No comments

22 Desember 2010

sebuah anugerah
Allah memberi saya kepercayaan atas satu amanah

Mengandung dalam usia 6 bulan perjalanan yang penuh warna
antara segala rasa yang bercampur, hilang timbul
syukur dan ragu yang tak juga berujung
was was juga cemas
takjub, tak percaya bahkan nyaris tak merasa kuasa

adalah sebuah anugerah
ketika ananda menyapa dengan tendangan kecil
saat saat tersadarkan, ada denyut teratur seiring detak syukur
dan lagi lagi
sebuah harmoni tentang tanggung jawab bernyanyi dalam hati


Bunda,
panggilan mulia
dan sandang amat besar didalamnya
memandumu mengeja segala,


tentang cinta
mencinta dengan sebenar benar cinta pada Sang Pencinta
menjadi pribadi yang penuh energi mencintai
tentang sayang
terutama pada sesama
terlebih pada yang papa
tentang kehidupan
memilih yang kekal
mengenali kesejatian kampung keabadian
tentang cita
membangun istana berhiaskan intan mutiara di surga
bertetangga dengan wajah wajah bersinar memancar
menjemput syahid sesudah berjuang demi kemuliaan Islam
tentang ilmu
menghimpun tanpa jemu
membagi tanpa ragu


duhai permata hati, akankah bunda bisa??
menggenggam semua dalam pacu dengan pendulum waktu


Ananda sayang..
Doakan Bunda
agar mampu merangkai setiap detik waktu menyambutmu
dengan laku laku indah dan berkah
hingga nanti kita beriringan
menggapai cinta Ar Rahman

m e m u l a i


posted by ayu on

No comments

Berjingkat kesadaran meniadakan lamunan
Bersitatap dalam gagap tak berkesudahan
Hening bergeming

Penggal sadar merayapi jejaring mimpi
Lalu buai berbunga menyentuh hangat di pelataran jiwa

Masih pekat di penghabisan pandang

Lekat tatap menelisik terang

menjemput semburat
menghampiri kerling matahari

seketika,
ubun ubun membaui teduh tanpa tersentuh



Read more »

Rabbi...


posted by Septa Anis on

No comments

Wahai Yang Maha Perkasa
Hanya kepadaMulah hamba bersandar
Agar mata tak kehilangan binar
ketika penggal-penggal sabar mengisi cerita

Wahai Yang Maha Mendengar
Hanya kepadaMu hamba mengadu
Saat segala rasa bercampur satu
Mengalir bening dalam isak samar

Rabbi
Yang Maha Membolak balikkan hati
Tetapkanlah segumpal darah ini pada kecenderungan atas kebaikan,
Kesyukuran,
kesabaran
Dan ketaatan


luph my fayyadh


posted by ayu on

No comments

Sejak bersama bunda dalam kandungan, tak sekalipun kau merepotkan
Muntah, hanya dua kali sepanjang perjalanan kehamilan
Pertama, pemberitahuan kehadiranmu di rahim bunda, yang kedua jelang kelahiranmu ke dunia

Sejak masih bayi merah, kau tak pernah merepotkan
Hanya menangis ketika lapar,dengan segera bisa minum susu dengan botol tanpa bingung puting atau apapun, tak harus diayun, atau dibuai agar tertidur

Sejak bunda harus kembali bekerja, kau semakin tidak ingin merepotkan
ASIP yang kadang tak memenuhi kebutuhan, kejar tayang karena bunda tidak dalam kondisi prima, sekali dua pilek, namun sepertinya rewel memang bukan bagian dari sifatmu, sebab bagaimanapun kondisimu, selalu senyum lebar kau berikan tiap bunda pulang kerja

Sejak kau belajar mam mam,tidak pernah bunda harus pusing kepala
Makanmu lahap, menyenangkan melihatnya. Ketika alergi dan tumbuh bisul pun, kau tak menangis karenanya, hanya tidur malammu yang kerap terganggu gatal di kepalamu itu..

Sayang,bunda seharusnya malu
Betapa ternyata kau jauh lebih pengertian
Betapa kau lah yang mengajarkan pada bunda untuk meniadakan keluhan,
Betapa kau juga yang menjadi teladan ketulusan dan cinta yang tanpa ada batasnya

Nak, bunda sungguh malu
Pada compang campingnya waktu membersamaimu,
yang entah bagaimana masih kau balas dengan senyum yang mengalirkan bahagia luar biasa








Semoga Alloh senantiasa membersamaimu..

Bunda sayang fayyadh

ksatria hujanku


posted by ayu on

No comments

Ksatria hujanku,
Masih ingatkah engkau pada sang naga?
Yang bagimu berarti semua yang menghalangi bahagia tuan putri
Janjimu waktu itu, akan kau kalahkan semua naga yang ada

Dan tahukah engkau, duhai ksatriaku
Naga naga itu lenyap bersamaan dengan ucap kesungguhanmu
Sebab tuan puteri tak ubahnya bahagia, ketika engkau ada