Cantik. Siapa sih wanita yang tidak tergila-gila dengan satu kata itu? Tentu saja ‘normalnya’ sih tidak ada, karena secara fitrah dan insting alaminya, wanita telah diciptakan sebagai makhluk yang senang berhias dan cinta keindahan. Makanya tak heran jika para pebisnis kemudian berlomba-lomba untuk memproduksi segala tetek bengek untuk kecantikan wanita karena pangsa pasarnya sungguh luar biasa dan keuntungan yang dihasilkanpun sangat menggiurkan. Bagaimana tidak?! Karena walaupun wanita pada umumnya cukup ‘pelit’ dalam membelanjakan uangnya, namun mereka jadi bisa begitu royalnya untuk kebutuhan mempercantik dirinya.
Ternyata untuk kecantikan, wanita tidak hanya royal dalam membelanjakan uang. Namun lebih dari itu, ada beberapa wanita dari suku-suku tertentu rela ‘menyiksa’ dirinya demi bisa mendapatkan gelar prestise ‘wanita tercantik’ di suku tersebut yang layak dipersunting oleh para ningrat dan konglomerat. Entahlah, tersiksakah mereka dengan segala tuntutan untuk menjadi cantik itu atau mereka menikmatinya. Tapi bagi saya sendiri, sangat menyedihkan melihat mereka menjalani ritual yang saya yakin sangat menyakitkan secara fisik. Seolah-olah wanita itu makhluk yang dilahirkan hanya untuk merasakan kutukan adat berupa penyiksaan jangka panjang yang mengatasnamakan kecantikan.
Showing posts with label cantik. Show all posts
posted by Shabra Shatila on birusamudera, cantik