Membiasakan yang Tak Biasa


posted by Shabra Shatila

4 comments


Kira-kira apa yang pertama kali melintas di benak kita saat pertama kali melihat ada satu bayi yang ketika terlahir dia tidak menangis tapi justru menyanyi dengan bahasa yang dapat kita mengerti dengan sebegitu jelasnya?? Berani taruhan, dunia pasti gempar. Berita tentang bayi itu pasti menjadi headline utama di semua media online, media cetak, televisi, radio, dan menjadi trending topic semua perbincangan. Semua orang akan terheran dan beropini sesuka hati. Sungguh aneh. Amazing. Bayi ajaib. Kiamat sudah akan datang. Perubahan genetika yang sangat masif. Dan komentar-komentar lain sesuai apa yang mereka yakini berdasar latar belakang ilmu yang mereka miliki.

Jika beberapa waktu kemudian kembali lagi ada bayi yang mengalami kasus sama, maka orang akan semakin sibuk dengan memperdalam hipotesis tentang penyebabnya namun kepopulerannya tidak akan seriuh bayi yang pertama. Jika kemudian ternyata berikutnya ada berpuluh-puluh bayi dengan kasus yang sama atau bahkan setiap bayi yang lahir langsung bisa bernyanyi semua, maka sudah bisa dipastikan berita itu tak kan lagi menggelitik keingintahuan. Mereka sudah menganggapnya suatu hal yang wajar. Biasa. Walaupun bisa jadi belum ditemukan juga apa sebenarnya penyebab pastinya.

Read more »

lubang hati


posted by ayu

2 comments

Seberapa jauh pun berlari,
kemanapun berupaya menjauh dan bersembunyi

segumpal hati selalu bisa mengenali

Menenggelamkan diri dalam lautan pekerjaan
Melarikan pusaran pikiran hanya pada keinginan kebendaan
Menghitung pacu waktu untuk memburu kilau dunia yang sebenarnya semu

segumpal hati tak kan tertipu

Lantang teriak dan gertak
Menyangkal, menunda, pun mengingkari
Rumit dalih terperinci rapi

segumpal hati lirih berbisik tak berhenti
hanya dengan mengingat Allah tercipta ketentraman hati

bidadari berjilbab biru


posted by ayu

No comments

tidak.
Saya tidak pernah berkenalan sebelumnya. Kami baru bertemu, atau lebih tepatnya saya mencegatnya di depan sebuah warung. Begitulah pertemuan pertama kami terjadi.
Tidak. Saya tidak mengenal dia sebelumnya. Namun kibar jilbab lebarnya menyulut asa,sebab konon kabarnya,akhwat berjilbab memiliki kebaikan hati.

Saya, seorang bingung yang hendak menuju suatu tempat dengan jarak tempuh lumayan. Diburu waktu dan dalam kondisi penuh kecemasan, meminta jilbab biru mengantarkan saya ke tujuan.
Dia, bidadari berjilbab biru mengangguk setuju. Menyimpan sayur yang baru saja dibelinya ke dalam ransel biru senada jilbabnya, dan kami pun memulai perjalanan.

Sepotong petang di atas motor yang melaju perlahan, berboncengan dua orang yang tadinya tak pernah saling kenal.
Sepotong petang berisikan penggal penggal cerita yang mengaduk hati kecil saya. Tentang ghirah dakwah di kampusnya, tentang kecintaan pada jilbabnya, tentang keinginan utk lebih sering mengunjungi bapak ibu, tentang harus berhutang di akhir bulan, tentang adiknya, tentang orangtua angkatnya, dan tentang keyakinannya bahwa Allah akan selalu menjaga hambaNya.

Tidak. Saya memang tidak mengenal dia sebelumnya. Tapi perkenalan singkat kami meninggalkan sepotong hati yang menangis dalam sunyi.Satu hal yang saya yakini, Allah mengirimkan bidadari berjilbab biru ini untuk menjewer telinga saya yang dipenuhi gemuruh dunia, juga mencubit nurani yang kerap mati suri sebab tak lagi ingat mati.

Mulailah dari perut...


posted by merah langit

No comments


Makan apa hari ini?

Makan dimana hari ini?

Syukurlah kalau pertanyaan2 itu yang berkelebat dalam benak kita

Karena artinya kita masih memiliki kecukupan kemampuan untuk mengusahakan antara kebutuhan perut dengan keinginan hati…

Alhamdulillah..

Read more »

Dunia Tersekat Benci


posted by merah langit

No comments

Saat caci menjadi sapaan sehari-hari,
Saat tatap sinis menjadi yang paling manis
Saat pendar bahagia berarti ada yang tengah terluka.
Saat banyak kerutan kening akan membuatmu makin merasa penting

Read more »